Endang Mulyati, Pengusaha Wader Crispy Yang Sukses

Endang Mulyati Pengusaha Wader Crispy Yang Sukses – Camilan Nnusantara


Menjadi pelaku usaha yang sukses tidak harus dimulai dari menciptakan produk unggulan dengan bahan dasar yang sulit untuk dicari. Untuk memulai usaha seseorang hanya perlu mengembangkan produk yang telah dihasilkan sehingga dapat diterima oleh pasar. Hal itulah yang dilakukan oleh Endang Mulyati Owner Crunchy Shrimp dengan produk unggulan olahan aneka hasil laut.


Endang yang karib disapa Bu Gito ini menjelaskan awal mula ia tertarik dan terjun menjadi pelaku usaha. “Tepat pada awal tahun 2011, setelah suami memutuskan untuk pensiun dari pegawai swasta, untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari saya membuka warung nasi sambal tempe penyet dan aneka olahan laut di daerah Lakarsantri Surabaya,” Ucap nya.

Saat itu, kata endang, dagangannya laris manis. Terutama sambal dan menu ikan wader goreng yang ia ciptakan. Setiap hari ia mampu menjual 80-90 porsi sambal ikan wader diwarungnya tersebut. “Saya sampai heran, mungkin ini sudah rezeki dari Allah SWT. Setiap hari makanan saya laris, bahkan saya sempat memiliki pelanggan tetap tiap harinya,” ucapnya.

Setelah beberapa bulan berjualan, Bu Gito mendapatkan informasi dari salah seorang langganannya. Dia diberi tahu jika ada satu gerakan pemberdayaan masyarakat yang digagas oleh Pemerintah Kota Surabaya yang bernama Pahlawan Ekonomi. “Waktu itu, tepat akhir tahun 2011, saya diajak untuk ikut Pelatihan Pahlawan Ekonomi yang diadakan setiap hari Minggu di Grosir Kapas Krampung (GKK) yang masih berada di kawasan Kaza City, Jalan Kapas Krampung Surabaya,” tutur nya.

Lantas, berkat masukan dari para mentor yang ada di Pahlawan Ekonomi, dia mulai berinovasi dengan produk yang dihasilkan. “Dengan melihat potensi permintaan akan ikan wader crispy yang saya ciptakan, saya mulai membuat produk kemasan ikan wader goreng dan sambel terasi,” tutur dia lagi.

Benar saja, setelah memproduksi kedua produk unggulan tersebut, Bu Gito akhirnya banting setir dan beralih ke usaha. “Lucunya, setelah saya memproduksi produk kemasan ikan wader goreng dan sambel terasi, ternyata yang laku keras adalah kedua produk tersebut,” ucapnya, lantas tertawa.

Setelah itu, dengan pertimbangan permintaan pasar, akhirnya awal 2012 Bu Gito menutup warung nasi sambal tempe penyet dan aneka olahan laut yang dia geluti. Ia Mengatakan tidak ada tenaga kerja lagi untuk melanjutkan warung nasi nya. Oleh sebab itu memutuskan menutup warung dan berfokus pada usaha baru yang ia jalani.

Usaha Bu Gito makin melejit. Berkat kegigihan dan kerja kerasnya, akhirnya istri dari Sugito itu berhasil terpilih mengikuti program Tatarupa III Pahlawan Ekonomi. Kata dia, berkat ikut Program Tatarupa, ia mendapatkan kemasan yang menarik dan logo produk sebagai identitas produk yang dia ciptakan tersebut.

“Setelah mendapatkan packaging dan logo yang menarik, ternyata produk saya dapat mengangkat pendapatan saya. karena produk yang saya jual ini kini dapat diterima diberbagai kalangan pasar, terutama pasar kelas menengah atas,” ulas dia.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, selain berjualan lewat dunia digital, kini produknya tersebut telah masuk dan dijual dibeberapa Mal dan Supermarket ternama di Kota Surabaya. Diantaranya, Transmart, City of Tommorow, Carefour, Marvel City dan lain sebagainya. Selain itu, ia kini juga telah memiliki reseller yang ada dibeberapa daerah luar Kota Surabaya. “Kita punya lima reseller diluar daerah Surabaya. Diantaranya, di Kota Bandung, Jember, Bali, Lombok dan Tanjung Pinang,” kupas dia lagi.

Tidak berhenti disitu saja, pada 16 Januari 2017 yang lalu, produk ikan wader goreng yang dia ciptakan juga pernah di uji coba oleh Elly Agustiani, Dosen Teknik Kimia ITS Surabaya ke Jepang. “Saya sangat bersyukur mas, dengan ikut Pahlawan Ekonomi, banyak prestasi yang saya ukir. Yang terakhir, produk ikan wader crispy saya ini telah di uji coba di Jepang dan hasilnya sangat layak dikonsumsi serta lulus uji kesehatan dan kandungan gizinya,” jelas dia lagi.

Kata dia, selain menjual dua produk tersebut dia juga memiliki beberapa produk unggulan lain. Diantaranya, produk udang crispy, baby shrimp crispy, udang balado jawa. Masing-masing untuk satu kemasan ia bandrol dengan harga Rp 26 ribu. Dalam kesempatan itu, Bu Gito mengaku, untuk satu hari rata-rata ia mampu menjual lebih dari 60 kemasan. “Alhamdulillah mas, rata-rata saya mampu menghasilkan omzet sekitar Rp 35-40 juta dalam satu bulan. Namun, jika masuk bulan puasa, omzet saya bisa meningkat hingga tiga kali lipat. Saya sangat bersyukur,” aku dia lantas tersenyum.

Ketika ditanya harapannya kedepan, Bu Gito mengaku, jika saat ini ia masih menabung untuk membuat semacam toko oleh-oleh. “Jika memungkinkan, saat ini saya ingin membuka toko oleh-oleh bersama dengan para pelaku usaha yang lain. Mudah-mudahan akhir tahun 2017 ini semua harapa itu dapat terwujud,” pungkasnya.


Baca Juga :

2. Jual keripik ceker crispy

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Distributor Snack Curah Harga Grosir

Distributor Keripik Ceker di Surabaya

Snack Curah Murah Surabaya