Kamis, 11 April 2019

Sejarah Tanaman Kentang

Sejarah Tanaman Kentang – CAMILAN NUSANTARA


Kentang atau nama latinya Solanum tuberosum L. merupakan salah satu tanaman pangan terpenting ketiga yang ada di dunia setelah beras dan gandum untuk dikonsumsi manusia. Kentang berasal dari daerah dataran tinggi Andes, Amerika Selatan. International Potato Centre (CIP) menyebutkan bahwa daerah tersebut merupakan pusat konservasi keanekaragaman hayati kentang. Tanaman kentang dapat dibudidayakan di beberapa negara beriklim sedang, tropis dan subtropis . Di Indonesia, kentang dibudidayakan oleh petani di daerah dataran tinggi antara 800-1800 m. Di Indonesia kentang sering dioalah menjadi berbagai masakan dan camilan seperti, sayur sop, orek kentang, keripik kentang, stik kentang, dan lain sebagainya.

Kentang merupakan tanaman umbi-umbian dan tergolong tanaman berumur pendek. Tumbuhnya bersifat menyemak dan menjalar dan memiliki batang berbentuk segi empat. Batang dan daunnya berwarna hijau kemerahan atau berwarna ungu. Umbinya berawal dari cabang samping yang masuk ke dalam tanah, yang berfungsi sebagai tempat menyimpan karbohidrat sehingga bentuknya membengkak. Umbi ini dapat mengeluarkan tunas dan nantinya akan membentuk cabang yang baru.

Sejarah Tanaman Kentang 
Ketika masa perang 7 tahun, Parmentier adalah seorang dokter tentara pada pasukan Prancis. Namun, kemudian ia ditangkap oleh pasukan Prussia dan dijebloskan ke dalam penjara di Prussia.

Nah, di dalam penjara tersebut ia dipaksa untuk mengonsumsi kentang ( ketika masa perang dulu kentang dianggap sebagai makanan ternak babi dan bukan makanan manusia). Pada awalanya ia sedikit ragu untuk memakannya, namun ketika memakannya dia benar-benar terkejut karana ternyata kentang begitu lezat.

Pada tahun 1763, ketika Parmentier sudah dibebaskan dan kembali ke Paris. Ia mulai meneliti ilmu tentang nutrisi yang terdapat di dalam kentang yang dia ambil berdasarkan pengalaman ketika ia masih di penjara.

Ia mencoba memberitahukan bahwa kentang memiliki nutrisi bergizi kepada pasien yang terkena penyakit disentri. Karena kegigihannya itu,  pada tshun 1772, institut kedokteran Paris mengumumkan kentang sebagai bahan pangan yang layak dikonsumsi manusia.

Namun, mitos masyarakat terhadap kentang masih belum berubah ( yah, maklum aja orang dulu lebih percaya mitos daripada realita). Oleh karena itu, tentangan organisasi gereja sebagai pemilik lahan, rumah sakit dimana Parmentier bekerja melarangnya melakukan percobaan penanaman kentang di dalam kebun.

Di bawah situasi demikian, Parmentier terpaksa melakukan serangkaian cara tidak lazim, ia mengundang makan malam sejumlah tokoh kenamaan masyarakat seperti Benjamin Franklin dan Antoine Lavoisier, setiap lauk pada perjamuan makan tersebut terbuat dari kentang. Ia kemana-mana selalu mengenalkan kelebihan kentang yakni: sifat penyesuaian yang kuat dan produktifitas tinggi.

Ia pun mengirim bunga kentang yang sedang mekar kepada raja dan ratu Prancis. Sang raja dan ratu sangat menyukainya, bahkan ratu Mary Anton Knott menyuntingkan sekuntum bunga kentang di sanggul rambutnya, sang raja sendiri juga mengenakan bunga kentang yang imut-imut ke jasnya.

Di bawah pengaruh raja dan ratu, para pejabat besar beserta istri-istri mereka pun mulai menjadikan bunga kentang sebagai perhiasan paling anggun dan paling modis pada masa itu. Secara perlahan kalangan atas Prancis telah mengenal tentang kentang, luasan pembudidayaan kentang pun mulai membesar.

Pada tahun 1785, tatkala pertanian Prancis mengalami panen buruk, bahan pangan pun tidak mencukupi, kentang telah menyudahi bencana kelaparan di utara Prancis. Masyarakat Prancis mulai mau menerima kentang.

Pada 1787, Louis XVI raja Prancis menghibahkan sebidang tanah milik kerajaan di wilayah Saba Long-Paris barat kepada Parmentier agar ia dapat bercocok tanam kentang. Pagi hari Parmentier menutupi tanaman kentangnya dengan kain paranet dan di seputar lahan itu ia menempatkan pasukan bersenjata untuk berjaga; malam harinya penjagaan tersebut ditiadakan.

Lama kelamaan, petani lokal yang merasa penasaran percaya bahwa benda yang ditanam itu pasti sangat bernilai, maka pada malam hari mereka datang mencuri kentang dan melarikan diri. Sejak saat itu, petani yang menanam kentang mulai bertambah.


Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar